Minggu, 26 Agustus 2012

Tips Anak Supaya Gemuk


Tips Anak Supaya Gemuk banyak dipakai untuk membantu mencukupi kebutuhan gizi anak. Masalah gizi yang dialami anak tidak terbatas pada kelebihan badan maupun obesitas saja, namun beberapa anak juga terlihat mengalami berat badan yang kurang atau kurus. Terus bagaimanakah cara menggemukkan badan anak yang kurus? Anak yang mengalami masalah gizi dapat dilihat dari badan yang kurus dan berat badan yang dimiliki di bawah normal. Untuk mengetahui kondisi tersebut dapat dilakukan dengan pengukuran indeks massa tubuh (IMT) lewat perbandingan tinggi serta berat badan.

Menurut salah seorang professor pediatri,  Stephen R Daniels, MD, PhD, dari Children’s Hospital Medical Center, Cincinnati, “Perlu diingat bahwa berat badan anak bersifat dinamis dan berubah sesuai dengan pertumbuhannya. Untuk tahu apakah anak masuk kategori kurus atau tidak bisa menggunakan grafik pertumbuhan atau IMT.”

Kita dapat melakukan beberapa cara berikut untuk menggemukkan badan anak:

1. Konsumsilah lemak yang sehat
Tambahkanlah dalam pola makan anak dengan lemak sehat, hal ini dapat membantu untuk menaikan kalori yang sangat dibutuhkan dalam peningkatkan berat badan.
Gantilah konsumsi lemak seperti mentega dan margarin dengan lemak yang lebih sehat, contohnya lemak yang terdapat pada kacang-kacangan, alpukat, dan minyak goreng zaitun, safflower dan canola. Contohnya sandwich yang ditambah dengan sepotong alpukat atau tuna
.
2. Buatlah rencana pola makan
Libatkanlah anak dalam membuat perencanaan pola makan, hal ini dilakukan supaya suasana lebih menyenangkan dan juga bisa mengenalkan makanan sehat pada anak. Ada keuntungan yang diperoleh ketika mengajarkan anak dalam mempersiapkan makanan, kondisi tersebut dapat menambah gairah anak ketika makan dan membuat suasana menjadi lebih santai. Anak bisa makan dalam jumlah yang sedikit bila anak merasa terburu-buru atau tidak rileks. Beberapa jenis makanan dengan kalori tinggi, yakni keju, susu, telur, yoghurt, roti, sup kacang, pasta, macaroni, sereal, selai kacang dan kentang.


3. Berikanlah anak shake, jus buah dan smoothies
Salah satu minuman yang mempunyai kandungan kalori tinggi dan juga sangat kaya akan gizi adalah minuman shake dan smoothies. Tambahkan variasi dalam minuman tersebut dengan mencampurkan buah seperti blueberry, stroberi, pisang, dll, atau tambahkanlah yoghurt. Variasi ini akan membuat anak lebih menikmatinya.
Disamping itu, Anda juga dapat menambahkan sayuran dalam smoothie dan juga tambahkan madu untuk pemanis alaminya. Supaya anak tidak melewatkan waktu makannya, berikanlah minuman tersebut dua jam sebelum waktu makan.

4. Hindarilah memberikan anak makanan cepat saji
Kandungan yang terdapat dalam makanan cepat saji, antara lain gula, garam serta lemak jenuh tinggi. Bila Anda mempunyai keinginan memiliki anak yang gemuk, biasakanlah anak untuk mengkonsumsi makanan sehat, dan hindarilah junk food karena memiliki kandungan kalori yang rendah. Jadi walaupun berat badan anak bertambah namun tubuhnya kurang sehat dan lebih cenderung memiliki berat badan berlebih.
Ada 3 jenis lemak yang dibutuhkan tubuh, yakni lemak tak jenuh tunggal, lemak tak jenuh ganda dan lemak jenuh, sedangkan pada junk food hanya memiliki lemak jenuh saja.

5. Suplemen penambah nafsu makan
Suplemen untuk meningkatkan nafsu makan pada anak biasanya mengandung beberapa jenis vitamin seperti vitamin A, B kompleks dan bebepa bahan atau nutrisi aktif lainnya. Biasanya suplemen penambah nafsu makan dijual di apotik dalam bentuk sirup dengan rasa yang enak.
Seringkali orang tua senang jika melihat anaknya gemuk karena terlihat lucu, tetapi seperti yang kita tahu gemuk tidak selalu sehat. Yang paling baik adalah berat badan yang ideal. Saat berusaha menggemukan anak yang kurus orang tua harus tetap menjaga agar berat badan anak supaya tidak berlebih










Sabtu, 25 Agustus 2012

Stimulasi Anak Bayi Usia 9-12 bulan dan Evaluasi Perkembangannya


Bermain bola.

Ajak bayi bermain bola. Gelinclingkan bola ke arahnya dan usahakan agar ia menggelindingkan bola atau memukulnya kembali ke arah anda. Bola besar akan lebih mudah untuk bermain pertama kali. Berangsur-angsur bermain bola dengan berbagai ukuran, jangan gunakan bola yang terlalu kecil sehingga dapat ditelan dan menyebabkan tersedak. Jangan memakai balon.

Membungkuk.

Jika bayi sudah bisa berdiri, letakkan sebuah mainan di lantai. Ajak agar ia mau membungkuk dan mengambil mainan itu tanpa berpegangan. Mula-mula mungkin bayi perlu dibantu.

Berjalan sendiri.

Bantu bayi agar mau berjalan beberapa langkah tanpa berpegangan. Buat permainan seperti meminta bayi berjalan ke pelukan anda untuk mendapatkan dekapan atau mainan yang disukainya. Beri pujian bila bayi mau berjalan beberapa langkah. Bila bayi belum siap berjalan, tunggu beberapa hari dan coba lagi.

Naik tangga.

Tunjukkan kepada bayi cara naik tangga dengan merangkak, kemudian biarkan ia menuruni tangga dengan melangkahkan kakinya. Gunakan tangga yang rendah dan bayi jangan ditinggal sendirian.


Menyusun balok/kotak.

Ajari bayi menyusun beberapa balok/kotak besar. Balok/kotak dapat dibuat dari karton atau potonganpotongan kayu bekas. Benda lain yang bisa dipakai adalah beberapa kaleng kecil (kosong) atau mainan anak berbentuk kubus/balok.

Menggambar

Letakkan krayon/pinsil berwarna dan kertas di meja. Ajak bayi “menggambar” dengan krayon atau pinsil berwarna. Kegiatan menggambar ini dapat dilakukan bersamaan dengan anda menge6akan tugas rumah tangga.

Bermain di dapur.

Biarkan bayi bermain di dapur ketika anda sedang memasak. Pilih lokasi yang jauh dari kompor dan letakkan sebuah kotak tempat menyimpan mainan alai memasak dari plastik atau bends-bends yang ads di dapur seperti gelas, mangkuk, sendok, tutup gelas dari plastik.


Menirukan kata-kata.

Setiap had bicara kepada bayi. Sebutkan kata-kata yang telah diketahui artinya seperti: minum susu, mandi, tidur, kue, makan, kucing dan lain-lain. Buat agar bayi mau meniru kata-kata tersebut. Bila bayi mau mengatakannya, puji ia, kemudian sebutkan kata itu lagi dan buat agar ia mau mengulanginya.

Berbicara dengan boneka.

Beli sebuah boneka atau buat boneka mainan dari sarung tangan atau kaos kaki yang digambad dengan pens menyerupai bentuk wajah. Berpura-pura bahwa boneka itu yang berbicara kepada bayi dan buat agar bayi mau berbicara kembali dengan boneka itu.

Bersenandung dan bernyanyi.

Nyanyikan lagu dan bacakan syair anak kepada bayi sesering mungkin


Minum sendiri dari sebuah cangkir.

Bantu bayi memegang cangkir dan minum dari cangkir itu. cangkir plastik tertutup dengan lubang mulut dapat dipakai untuk tahap awal, isi cangkir dengan air sedikit agar tidak tumpah.

Makan bersama-sama.

Ajak bayi makan bersama-sama dengan anggota keluarga lainnya. Bayi duduk dekat dengan yang lainnya dan makan makanannya (makanan bayi umur 9-12 bulan berbeda dengan makanan keluarga).

Menarik mainan yang letaknya agak jauh.

Ajari bayi untuk mengambil sendiri mainan yang letaknya agak jauh dengan cars meraih, menarik, ataupun mendorong badannya supaya dekat dengan mainan tersebut. Letakkan mainan yang ber
tali agak jauh, ajari bayi cara menarik tali untuk mendapatkan mainan tersebut. Simpan mainan bertali tersebut jika anda tidak dapat mengawasi bayi.



Evaluasi untuk Anak bayi Usia 9-12 Bulan


1.Jika anda bersembunyi di belakang sesuatu/di pojok, kemudian muncui dan menghilang secara berulang-ulang di hadapan anak, apakah ia mencari anda atau mengharapkan anda muncul kembali?

2.Letakkan pensil di telapak tangan bayi. Coba ambil pensil tersebut dengan perlahan-lahan. Sulitkah anda mendapatkan pensil itu kembali?

3.Apakah anak dapat berdiri selama 30 detik atau lebih dengan berpegangan pada kursi/meja?

4.Apakah anak dapat mengatakan 2 suku kata yang sama, misalnya: “ma-ma”, “da-da” atau “pa-pa”. Jawab YA bila ia mengeluarkan salah—satu suara tadi.

5.Apakah anak dapat mengangkat badannya ke posisi berdiri tanpa bantuan anda?

6.Apakah anak dapat membedakan anda dengan orang yang belum ia kenal? la akan menunjukkan sikap malu-malu atau ragu-ragu pada saat permulaan bertemu dengan orang yang belum dikenalnya.

7.Apakah anak dapat mengambil Benda kecil seperti kacang atau kismis, dengan meremas di antara ibu jari dan jarinya seperti pada gambar?

8.Apakah anak dapat duduk sendiri tanpa bantuan?

9.Sebut 2-3 kata yang dapat ditiru oleh anak (tidak perlu kata-kata yang lengkap). Apakah ia mencoba meniru menyebutkan kata-kata tadi ?

10.Tanpa bantuan, apakah anak dapat mempertemukan dua kubus kecil yang ia pegang? Kerincingan bertangkai dan tutup panel tidak ikut dinilai.