Minggu, 27 Mei 2012

Konsumsi Makanan Berikut ya, sebelum minum Obat Pelancar ASI


sebelum mengkonsumsi obat obatan, dan jamu pelancar asi, konsumsi makanan berikut ya, alami, aman mudah, murah, efektif lagi,hehe...

6 jenis makanan berikut ini, jika dikonsumsi dengan benardapat melancarkan ASI Anda yang sedang menyusui. 

Pare. 
Kaya vitamin C, anti oksidan yang berguna untuk melindungi sel dari kerusakan, meningkatkan kesehatan tulang, gigi, gusi dan pembuluh darah, serta meningkatkan penyerapan zat besi. Kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya juga berkhasita untuk merangsang produksi insulin. 
Baik untuk ibu menyusui yang emnderita diabetes mellitus karena dapat menurunkan kadar gula dalam darah. Pare juga dikenal sebagai antikanker, antibiotik antivirus, dan pembasmi cacing usus.
Enaknya ditumis, karena bisa menyamarkan rasa pahitnya. 

Pepaya. 
Kaya vitamin A, vitamin C, asam folat, dan kalium. Papaya juga rendah kandungan kolesterol, lemak jenuh dan natrium. Pepaya punya kandungan lebih banyak 33% vitamin dan 50% kalium dibanding jeruk. 
Baik untuk memenuhi kebutuhan kalium di masa menyusui. Merawat balita cukup menguras tenaga, sehingga bila Anda kekurangan kalium maka akan merasa sangat lelah. Kekurangan kalium juga menyebabkan perubahan suasana hati menjadi seperti depresi, sementara saat menyusui Anda perlu berpikiran positif dan bahagia.
Enaknya dimakan langsung, atau dibuat mix juice dengan buah lain. 

Semangka. 
Kaya vitamin A dan C, kalium serta asam folat, namun rendah kandungan lemak jenuh, kolesterol dan natrium. 
Baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin A ibu menyusui yang satu setengah kali lipat lebih banyak daripada perempuan yang tidak menyusui. Kadar air yang tinggi pada semangka jga baik untuk asupan cairan tubuh. Dalam sehari, ibu menyusui setidaknya minum 8 gelas cairan setiap hari, baik dalam bentuk air putih, jus, the, kopi tanpa kafein, dan susu. 
Enaknya dibuat jus, tak perlu belepotan terkena tetesan air semangka saat digigit.

Kacang hijau. 
Kaya protein, tiamin (vitamin B1), zat besi, magnesium, fosfor, kalium dan mangan. Kacang hijau juga sumber asam folat tapi rendah kandungan natrium, lemak jenuh dan sama sekali tidak mengandung kolesterol. 
Baik untuk sumber protein nabati. Tiamin atau vitamin B1 mengubah karbohidarat menjadi energi karena ibu menyusui butuh energi lebih besar dibanding saat hamil. Bila kekurangan tiamin Anda jadi mudah tersinggung, sulit konsentrasi dan kurang bersemangat. Mood yang baik akan memicu hormon oksitosin untuk mengeluarkan ASI. 
Enaknya dibuat jus, minum bersama kacangnya untuk mendapat nutrisi yang lebih banyak. 

Jambu Air.
Kaya vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan zat besi. baik untuk emmenuhi kebutuhan kalsium yang meningkatkan fungsi otot dan saraf, serta vitamin A yang berguna untuk melindungi sistem kekebalan tubuh bayi dan meningkatkan ketahanannya terhadap infeksi. Buah yang kadar airnya cukup tinggi ini bersifat mendinginkan sehingga memberikan rasa memenangkan saat dimakan, bisa menetralisir rasa tertekan pada ibu pasca melahirkan. 
Enaknya dimakan langsung, apalagi dengan bumbu rujak.  

Labu siam. 
Kaya asam folat, vitamin C dan K, seng (zinc) dan mangan. Labu siam juga sumber vitamin B6, magnesium dan kalium. 
Baik untuk memenuhi kebutuhan asam folat. Meski ibu menyusui tidak memerlukan asam folat sebanyak saat hamil, namun kebutuhan asam folat tetap dua kali lipat daripada perempuan yang tidak menyusui. Mengonsumsi 100 gram labu siam cukup untuk memenuhi sekitar 23% kebutuhan asam fotal tubuh. Asam folat itu penting untuk pembentukan sel, hemoglobin dalam darah, serta perkembangan jaringan tubuh bayi. 
Enaknya direbus dan langsung dimakan, apalagi labu siam berukuran kecil, rasanya manis. 



Rabu, 16 Mei 2012

Kembangkan Potensi Anak Sejak Dini


Krusialnya PAUD amat dirasakan oleh tokoh pendidikan anak-anak Maria Montessori. Menurut dia, bagian terpenting dari kehidupan manusia bukan pada saat di pendidikan tinggi, melainkan pada periode pertama dari kehidupan, yaitu sejak usia 0–6 tahun. Sebab, tahun prasekolah itu adalah masa anak untuk membina kepribadian mereka.

Melalui penelitian, sekitar 50% kapabilitas kecerdasan orang dewasa telah terjadi ketika anak berumur 4 tahun. Sementara pada usia 8 tahun otak berkembang cukup pesat hingga mencapai 80% dan mencapai puncaknya ketika anak berumur 18 tahun. Setelah itu, walaupun dilakukan perbaikan nutrisi, tidak akan berpengaruh terhadap perkembangan kognitif.

Hal ini menandakan perkembangan yang terjadi dalam kurun waktu 4 tahun pertama sama besarnya dengan perkembangan yang terjadi pada kurun waktu 14 tahun berikutnya. Jadi, periode ini merupakan periode kritis bagi anak, di mana perkembangan yang diperoleh pada periode ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan periode berikutnya hingga masa dewasa. Sementara, masa emas ini hanya datang sekali sehingga apabila terlewati, maka habislah peluangnya. 

Di sinilah letak pentingnya PAUD. Pendidikan pada tahap ini berguna untuk memberikan rangsangan kepada anak. Anak diajak mengenal berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulus terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif, maupun sosialnya. Pernyataan ini diamini oleh Kasubdit Program dan Evaluasi Pembinaan PAUD Direktorat Jenderal PAUDNI Kemdikbud Dr Sukiman MPd.


“Penelitian sudah membuktikan bahwa jika ingin memutus mata rantai kemiskinan, maka harus dimulai sejak usia dini yang dikatakan sebagai masa emas,” kata dia.

Pada dasarnya ada 4 aspek perkembangan anak, yaitu perkembangan fisik atau motorik, emosi, kognitif, dan sosial. Perkembangan motorik merupakan proses tumbuh kembang kemampuan gerak seorang anak. Sementara perkembangan emosi meliputi kemampuan anak untuk merasakan dan memahami gejolak perasaan, seperti mencintai, merasa nyaman, berani, gembira, takut, marah, serta bentuk-bentuk emosi lainnya.

Sementara perkembangan kognitif mengacu pada kemampuan anak dalam menerima, mengolah, dan memahami informasi-informasi yang sampai kepadanya. Kemampuan kognitif berkaitan dengan perkembangan berbahasa, baik lisan maupun isyarat. Ambil contoh memahami kata, mengeluarkan perasaannya, kemampuan logis, seperti memahami sebab-akibat suatu kejadian, memahami makna dari simbol, dan hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan diri dan lingkungan.

Adapun perkembangan sosial berkaitan dengan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungan. Misalnya, kemampuan anak untuk menyapa, berinteraksi, dan bermain bersama temanteman sebayanya. “Pendidikan yang diperoleh di PAUD menyentuh empat macam perkembangan anak tersebut,” ujar Joanne Hashim selaku Program Director ChildFund Indonesia.

Melatih kepercayaan diri anak juga dirasakan sebagai manfaat dari PAUD. Meski demikian, diakui Joanne, PAUD tidak berpengaruh terhadap kecerdasan akademik seorang anak. Namun, hal yang jauh lebih penting dari sekadar kecerdasan akademik adalah karakter yang baik.



“Pembentukan karakter ini dimulai sejak usia dini. Itulah pentingnya pendidikan usia dini guna menanamkan karakter yang baik kepada anak-anak,” ujar National Director ChildFund Indonesia Guru Naik.

Mengenai materi yang diberikan di PAUD, Sukiman menjelaskan sebenarnya hanya sebagai bentuk perkenalan terhadap kegiatan membaca, menulis, atau berhitung. Dengan begitu, orangtua pun diharap tidak memaksa sang anak untuk harus sudah bisa melakukan keterampilan tersebut. “Sebab, pemaksaan hanya akan membuat anak semakin enggan belajar. Dia akan mengasosiasikan pemaksaan dengan kegiatan yang membuatnya tertekan,” tutur Sukiman.

Sukiman menjabarkan proses pembelajaran yang ideal untuk PAUD di mana guru bertindak sebagai fasilitator. Sebab, anak-anak belajar bukan karena diajar, melainkan karena dia mengalaminya sendiri. Entah itu lewat bermain dan sebagainya. Karena itu, guru seharusnya memberikan teladan yang baik kepada murid-murid kecilnya ini sehingga diharapkan sang guru dapat menjadi inspirasi bagi muridnya. Joanne mengatakan, untuk itu, peran serta orangtua juga sangat diharapkan. Orangtua harus ikut andil dalam memonitor perkembangan anak di sekolah.