Senin, 30 April 2012

Melatih Agar Anak Tidak Rewel, saat Ditinggal


Meninggalkan Anak Kadang terasa sulit lho. Apalagi ketika dia sedang menangis, menjerit dan menggapai-gapai Anda. Tidak tega rasanya. Kecemasan berpisah adalah fakta bahwa kehidupan dimulai sekitar usia 6 bulan. Tampaknya seperti sebuah kemunduran –anak Anda yang biasanya senang bermain dengan siapa saja kini merengek untuk selalu bisa bersama Anda. Tapi hal itu normal dan menunjukkan tahapan perkembangan yang yang sehat.  “Kecemasan berpisah sebenarnya merupakan lompatan secara intelektual maupun emosional,” kata Alan Greene, MD, penulis buku Raising Baby Green. “Untuk pertama kalinya, bayi Anda mulai memikirkan Anda ketika Anda tidak bersamanya.”

Bayi belajar mengenai perpisahan sebelum mereka belajar tentang perjumpaan kembali. Jadi, dapat dimengerti mengapa mereka marah ketika orang tuanya pergi. “Intinya bayi Anda tahu ada sesuatu yang hilang. Dalam kasus ini yang hilang itu adalah Anda, hal yang terpenting dalam kehidupannya,” kata Robyn J.A. Silverman, PhD, spesialis tumbuh kembang anak di Massachusetts. Untuk mengatasinya, gunakan beberapa strategi berikut ini.

Strategi 1: BERLATIH DENGAN PERPISAHAN KECIL

“Sekali bayi Anda tahu kalau Anda pergi dan kembali lagi, kecemasan itu akan mulai mencair,” kata Dr. Green. Bermain games dengan bayi Anda merupakan jalan yang mudah untuk menyampaikan pesan. Coba tutup wajah Anda dengan selimut dan katakan, “Di mana ibu?” Kemudian buka sambil tertawa. Dengan cepat dia akan meraih selimut dengan tangannya sendiri bila Anda melakukanya lagi.    

Lakukan perpisahan yang lebih besar, seperti meninggalkannya sendiri di kamarnya untuk satu atau dua menit. Letakkan dia di tempat yang aman, berikan mainan dan katakan kepadanya, “Ibu akan segera kembali.” Kemudian pergilah ke ruangan lain. Kalau dia menangis, bernyanyilah atau berkata kepadanya sehingga dia tahu kalau Anda masih ada di sana, walaupun dia tidak melihat Anda. Perpisahan-perpisahan pendek ini akan membuktikan Anda akan kembali lagi. Dan akhirnya bayi Anda akan belajar bahwa dia dalam kondisi aman walau Anda tidak ada di dekatnya.

Strategi 2 : JANGAN TINGGALKAN DIA DENGAN ORANG YANG BENAR-BENAR TIDAK IA KENAL

Idealnya anak-anak melakukan banyak hal lingkungan rumahnya dengan baby sitter yang sudah mereka kenal dengan baik. Jangan heran kalau bayi Anda menangis ketika neneknya datang. Bahkan wajah-wajah yang sudah dikenalnya dapat membuat seorang bayi marah di saat dia hanya menginginkan ibunya. Kalau Anda mengenalkan baby sitter baru, suruh dia bermain dengan bayi Anda selagi Anda masih di rumah. Bayi Anda akan melihat Anda nyaman dengan orang ini dan dia akan mempercayainya juga. Hal yang sama juga berlaku di hari Anda membawanya ke tempat penitipan anak untuk pertama kali. Jika Anda ingin menggunakan perawat dari klub kesehatan Anda tapi bayi Anda tidak pernah ke sana, lakukan persiapan. Datanglah ke sana  pada hari saat Anda bisa meluangkan waktu bersamanya dan bertemu pengasuhnya. Lain waktu, Anda dapat menitipkan bayi Anda bersamanya ketika Anda berolahraga.

Ketika Anda meninggalkannya dengan pengasuh atau di tempat penitipan anak, beri dia mainan favoritnya -boneka binatang atau mainan khusus lainnya - untuk membuatnya merasa lebih aman. “Barang-barang yang dekat dengan keseharian bayi akan membantu menenangkannya,” kata Kathleen Longeway, PhD,  psikolog anak di Children Hospital of Wisconsin, Milwaukee. Dan selalulah bekali pengasuh dengan petunjuk yang jelas tentang kebiasaan bayi. Melakukan hal-hal rutin secara teratur akan membuatnya merasa nyaman.

Strategi 3:  PERGI YANG TERENCANA

Jangan pergi tanpa mengucapkan selamat jalan. Pergi dengan diam-diam sepertinya cara  paling gampang, tapi jika bayi mencari-cari dan tiba-tiba Anda tidak ada, dia mulai berpikir Anda dapat menghilang kapan saja. Ini hanya akan meningkatkan rasa ketergantungan bayi terhadap Anda.

Sebaliknya datanglah dengan ungkapan salam perpisahan lucu yang biasa dilakukan. Bisa berupa ciuman di kening, nyanyian atau tarian. “Saya mempunyai anak laki-laki berumur 9 bulan, Max, yang mendorongku keluar rumah,” kata Jill Gawrych, ibu 3 orang anak dari Jackson, Wisconsin. “ Dia harus mendorongku dengan keras untuk pergi, dan ini menyenangkan sekali.”

Strategi 4: BIARKAN SAJA DIA MENANGIS

Walau terkesan kejam, Anda mungkin perlu meninggalkan bayi Anda saat ia masih menangis. “Ragu-ragu untuk pergi mungkin hal yang paling buruk yang dapat Anda lakukan,” kata Dr. Longeway. Bayi-bayi mengambil isyarat emosi dari orang tua mereka. Jadi, jika Anda ragu atau  mengekspresikan penyesalan, bayi Anda berpikir dia mempunyai sesuatu yang Anda takuti,” Dr. Silverman. “Bayi Anda akan membaca kegelisahan Anda yang terlihat seperti ‘Aku sungguh tidak percaya dengan orang yang menjaga kamu,’” kata Dr. Silverman. “Ini mengajarkannya terus bergantung kepada Anda dan tidak percaya serta gelisah berada di di dekat orang lain.”

Sebaliknya, hilangkan stres Anda dengan menarik napas panjang beberapa kali. Dan ingat, biasanya kegelisahan berpisah ini lebih berpengaruh terhadap orang tua dari pada anak.  “Setelah beberapa menit dengan pengasuh yang penuh perhatian, kebanyakan bayi akan menjadi tenang,” kata Dr. Silverman.

Strategi 5: LUANGKAN WAKTU DENGANNYA KETIKA ANDA KEMBALI

Beri salam bayi Anda dengan senyuman, kemudian ikuti keinginannya. “Bergabunglah dengan Anak secara emosional maupun fisik,” kata Dr. Silverman. Jadi, jika dia memeluk, luangkan waktu beberapa saat merapatkan badan Anda kepadanya. Jika dia lebih suka main bola, ikut saja bermain. Dan jika dia menangis, ikuti juga tidak apa-apa. kadang-kadang anak-anak  perlu mengeluarkan kemarahan dan keresahannya.

Seperti pada semua tahapan, keadaan ini tidak akan berlangsung terus menerus. Ketika hal itu terjadi, camkan dalam pikiran Anda bahwa kecemasan berpisah itu menandakan dimulainya hubungan baru bagi Anda dan si kecil; bahwa Anda berdua akan selalu berhubungan, bahkan ketika sedang berpisah.



Sabtu, 28 April 2012

Tahapan Melatih Bayi Berjalan


bayi baru lahir belum bisa apa-apa Tapi, bayi 1 tahun? Lain lagi ceritanya! Hanya dalam 12 bulan, bayi kecil yang semula tidak berdaya bermetamorfosis menjadi mesin yang terus bergerak. Dia akan belajar duduk, merangkak, dan berdiri. Pastikan Anda selangkah di depan dengan panduan tahap demi tahap ini untuk mengikuti perkembangannya.

GERAKAN BARU: MENGANGKAT BADAN

Saat terjadi: Bayi Anda tidak bisa mendorong tubuhnya sendiri ke atas sampai dia cukup kuat untuk mengangkat kepalanya, biasanya begitu mencapai usia 2-3 bulan. Kemudian, dia akan menggunakan kedua lengannya untuk mengangkat dadanya. Awalnya, dia hanya bisa separuh tegak: Sambil tengkurap, dia akan mendongakkan kepala, menyangga tubuh dengan bertumpu pada kedua sikunya, dan menoleh ke sekelilingnya. Di usia 6 bulan, dia sudah bisa menahan tubuhnya dengan kedua telapak tangannya.

Prosesnya: Untuk mengangkat tubuh perlu latihan. Kebanyakan bayi tidak suka tengkurap, tapi latihan ini penting untuk menguatkan otot dan mengendalikannya. ”Saya mendorong para orang tua untuk menengkurapkan bayi mereka sejak hari pertama,” ujar M. Michael Eisenfeld, MD, dokter ahli anak di All Children’s Hospital di St. Petersburg, Florida. ”Jika dimulai sejak dini, anak Anda akan cepat terbiasa.”

Cara membantu: Coba tengkurapkan si kecil di atas perut Anda saat Anda rebahan di kursi malas. Melihat wajah Anda akan merangsang dia untuk mendorong badannya ke atas.

GERAKAN BARU: MEMBALIKKAN BADAN

Saat terjadi: Pertama kali bayi Anda bisa menggulingkan badan di usia 4-6 bulan, kemungkinan dia pun akan sama terkejutnya dengan Anda. ”Dia akan mendorong ke atas dengan perutnya, lalu menahan badannya dengan kedua tangan,” kata Alice Anderson, ahli terapi fisik anak di Children’s Medical Center Dallas. Jika terlalu bertumpu di satu sisi, dia akan terguling ke posisi terlentang.

Prosesnya: Apakah bayi Anda berguling lebih dulu dari depan ke belakang, atau sebaliknya, semua ini adalah proses belajar. Dia akan belajar membebaskan lengannya agar tidak mengganjal, dan dia akan menemukan gerakan yang dialaminya secara kebetulan.

Cara membantu: Jika si kecil mulai memiringkan badannya, bantulah dia untuk menempatkan lengan di sisinya atau angkat ke atas kepalanya supaya dia bisa berguling, jelas Dr. Eisenfeld.

GERAKAN BARU: DUDUK TEGAK

Saat terjadi: Bayi mulai belajar duduk di usia 6 bulan. Pertama, dia akan membungkukkan tubuh ke arah kakinya, lalu menapakkan kedua tangannya untuk menahan tubuh. Secara bertahap, begitu dia bisa menjaga keseimbangan, dia akan dapat duduk tegak dan mengangkat kedua tangannya. Di usia 7 bulan, kebanyakan bayi sudah bisa duduk sambil memegang mainan. Prosesnya: Bayi tidak langsung bisa duduk –tapi Anda yang membantu dia duduk. “Dudukkan dalam posisi tegak dan pegangi sedikit saja,” saran Dr. Eisenfeld. ”Lalu perlahan-lahan lepaskan, namun Anda tetap siap di dekatnya kalau dia terjatuh.”

Cara membantu: Jadikan momen ini menyenangkan. ”Bagi sebagian anak, yang tersulit adalah fokus pada obyek di depannya,” kata Dr. Eisenfeld. ”Mereka cenderung bergerak.” Beri dia sesuatu untuk dipegang, atau buat mimik wajah yang lucu sebatas pandangan matanya.

GERAKAN BARU: MERANGKAK

Waktu terjadinya: Meski umumnya bayi merangkak di usia 7-10 bulan, tapi banyak juga bayi yang terlambat atau bahkan tidak pernah bergerak dengan tangan dan lututnya. Sejumlah pakar meyakini bahwa ini adalah efek samping yang tidak direncanakan dari kampanye “Back to Sleep”. “Ketika American Academy of Pediatrics mulai menghimbau untuk menidurkan bayi dalam posisi terlentang untuk mencegah kematian bayi secara mendadak, sejak itu semakin jarang bayi ditidurkan tengkurap,” kata Anderson. ”Ini berdampak terhadap tahapan tumbuh kembang bayi, salah satunya adalah merangkak.” Kebetulan para dokter tidak menganggap penting bagi bayi untuk bisa merangkak selama dia bergerak dengan caranya sendiri dan bahkan bisa berjalan.

Prosesnya: Untuk merangkak dibutuhkan kemampuan koordinasi dalam menggerakkan kaki dan tangan bersamaan, serta motivasi untuk mulai bergerak. Tapi sebagian bayi bergeser dengan bokongnya, berguling, atau merangsek ke depan dengan perutnya sebagai pendorong.

Cara membantu: Baringkan si kecil di atas perutnya dan sebar beberapa mainan favoritnya sedikit di luar jangkauan. Cepat atau lambat, dia akan menemukan cara untuk meraihnya.

GERAKAN BARU: BERJALAN

Waktu terjadinya: Sebelum anak bisa berjalan, dia harus belajar cara berdiri. Anda akan melihat dia mengangkat badannya untuk berdiri di usia 10-12 bulan. Dia akan berpegangan pada furnitur, tapi begitu sudah mahir –di usia 10-15 bulan– dia tidak akan membutuhkannya lagi.

Prosesnya: Begitu dia bisa mengangkat badan, dia akan berlatih menjaga keseimbangan dan berjalan. Pastikan dia mengenakan sepatu beralas empuk untuk berjalan di luar dan sediakan area yang aman untuk bereksplorasi. Bayi biasa menggunakan jemari kaki untuk mencengkram lantai. Jadi, jika Anda berada di dalam rumah, biarkan kakinya telanjang.

Cara membantu: Luangkan banyak waktu untuk bermain. Anda bisa memindahkan beberapa mainan ke tempat yang lebih tinggi. Jika semua ditaruh di lantai, dia tidak akan termotivasi untuk berdiri –kecuali untuk meraih benda-benda berbahaya yang Anda pikir sudah di luar jangkauannya!