Senin, 20 Agustus 2012

Anak Susah Makan, Kenali dan Atasi yuk


Anak susah makan merupakan salah satu masalah dalam pengasuhan anak, ada beberap hal yang bisa menyebabkan keadaan tersebut. bagaimanapun hal itu perlu diatasi kaerena berguna untuk tumbuh kembang dan kecerdasan anak. 
Berikut sekilas bahasan penyebab anak susah makan & tips singkat mengatasinya : 

1. Bosan dengan menu makan ataupun penyajian makanan. 
Menu makan saat bayi (> 6 bl) yg itu-itu saja akan membuat anak bosan dan malas makan. Belum lagi cara penyajian makanan yg campur aduk antara lauk pauk spt makanan diblender jadi satu. Sama spt 
orang dewasa, kalau kita makan dg menu yg sama tiap hari dan disajikan dg campur aduk, pasti akan malas makan. Begitu juga dg pengenalan makanan kasar. 

Tips : Tentu saja variasikan menu makan anak. Jika perlu buat menu makan anak min. selama 1 minggu utk mempermudah ibu mengatur variasi makanan. Jadi tergantung pinter-pinter- nya ibu memberikan makanan bervariasi. Spt kalau anak gak mau nasi, kan bisa diganti dg roti, makaroni, pasta, bakmi, dsb. Penyajian makanan yg menarik juga penting sekali. Jangan campur adukkan makanan. Pisahkan nasi dg lauk pauknya. Hias dg aneka warna & bentuk. Jika perlu cetak makanan dg cetakan kue yg lucu. 


2. Memakan cemilan padat kalori menjelang jam makan , sehingga anak tidak merasa lapar. Seperti permen, minuman ringan, coklat, hingga snack ber-MSG, dsb. Akibatnya ketika jam makan tiba anak sudah kekenyangan. 

Tips : Atur makanan selingan atau cemilan jauh sebelum waktu 
makan tiba. Beri juga cemilan yang sehat spt potongan buah, sayur 
kukus, keju, yoghurt, es krim, cake buatan ibu, dsb. 


3. Minum susu terlalu banyak 
Susu di banyak keluarga dianggap sebagai makanan dewa yang bisa menggantikan makanan utama spt nasi, sayur & lauk pauknya Orangtua cenderung kurang sabar memberikan makanan kasar. Atau orang tua sering takut anaknya kelaparan, sehingga makanan diganti dengan susu..Akhirnya, daripada perut si anak tidak kemasukan makanan, diberikan saja susu berlebihan. Padahal setelah anak berusia 1th, kehadiran susu dalam menu sehari-hari bukanlah hal wajib. Secara gizi, susu hanya untuk memenuhi kebutuhan kalsium dan fosfor saja. Kan kalsium dan fosfor ini dengan mudah kita dapatkan 
dalam ikan-ikanan, sayur & buah. 

Tips : Kurangi susu ! Di atas usia 1 tahun kebutuhan susu hanya 2 gelas sehari. Mulailah melatih anak dg berbagai jenis makanan. Ubah pola pikir orangtua. 


4. Terpengaruh kebiasaan orang tuanya. 
Anak suka meniru apa yang dilakukan oleh anggota keluarga lainnya, terutama orang tuanya. Banyak perilaku yg dilakukan ortunya ygmempengaruhi perilaku makan anak. Mis. anak yang tumbuh dalam 
lingkungan keluarga yang malas makan (ex. diet), akan mengembangkan perilaku malas makan juga. Perilaku lainnya, sering kita jumpai orang tua masih menyuapi anak yang sudah kelas V SD. Akibatnya anak gak terlatih untuk bisa makan sendiri. Perilaku makan yang kurang pas juga spt kebiasaan ortu ketika menenangkan anak yg sedang rewel dengan cara membelikan jajanan yang padat kalori (permen, minuman ringan, coklat, dsb.). Akibatnya anak kekenyangan & malas makan. 

Tips : 
Perhatikan & ubah kebiasaan & perilaku orang tua kapanpun, termasuk perilaku makan. Ingat, anak merekam, belajar & menerapkan semua hal yg ia dapat dari lingk sekitarnya, terutama ortunya. Biarkan anak mencoba memakan makanan sendiri sejak dini, tanpa disuapi. Gak perlu takut berantakan. Feeding is about learning. 


5. Munculnya sikap negativistik - fase normal yg dilewati tiap anak. 
Pada usia >2 th, anak sering membangkang / tidak mau patuh. Saat makan tiba, anak terkadang bilang gak mau, makanannya suka dilepeh atau dilempar, dsb. Ini disebut sikap negativistik. Sikap negativistik merupakan fase normal yg dilalui tiap anak usia balita. Sikap ini juga suatu bagian dari tahapan perkembangannya untuk menunjukkan keinginan untuk independent . Jadi batita umumnya ditandai dengan AKU, artinya segala sesuatunya harus berasal dari AKU bukan dari orang lain; intinya power. Nah banyak ortu yg gak memahami hal ini, sehingga lantaran khawatir kecukupan gizi anak tidak terpenuhi, orang tua biasanya makin keras memaksa anaknya makan. Ada ortu yg mengancam anaknya bahkan memukul. Cara2 tsb harus dihindari. 

Justru semakin anak pd usia ini dipaksa, justru akan makin melawan (sebagai wujud negativistiknya) . Realisasinya apalagi kalau bukan penolakan terhadap makanan. Bisa dimaklumi kalau ada orang yang 
sampai dewasa emoh makan nasi atau sama sekali tak menyentuh daging. Bisa jadi sewaktu masih kecil yang bersangkutan sempat mengalami trauma akibat perlakuan orang tuanya yang selalu memberinya makan secara paksa. 

Tips : Pahami kondisi anak dg baik. Jadilah ortu yg otoritatif. Artinya bersikap tidak memaksa, tetapi juga tidak membiarkan begitu saja. Bina komunikasi yg baik dg anak. Bersabarlah menghadapi anak. 
Kan rumah adalah madrasah pertama & utama bagi anak. 


6. Anak sedang sakit / sedih 
Anak tidak mau makan dapat juga disebabkan krn anak sedang sakit atau sedang sedih. Kalau semula anak terlihat aktif, riang dan cerewet, maka di kala sakit ia lebih suka diam dan terlihat malas-malasan. 

Tips : Kembali pada konsep bina komunikasi yg baik. Jangan paksakan anak kalau gakmau makan. Beri makanan ringan yg padat kalori, spt makaroni skutel, dsb. 

Yg jelas dan perlu diingat baik2 oleh tiap ortu adalah, seberapapun anak gak mau / susah makan, ia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan ! Selama mentalnya sehat. Artinya, begitu ia kelaparan, maka ia akan makan. 










Sabtu, 28 Juli 2012

tanda Anak Kelelahan


Sekolah, les, kursus bermusik, kegiatan ekstrakurikuler memang bagus untuk perkembangan anak-anak. Tetapi jika anak terlalu sibuk karena jadwal yang padat setiap harinya, hal tersebut dapat menyebabkan kelelahan dan depresi pada anak.

Anak mungkin tidak menyadari bahwa dirinya telah terlalu lelah menjalani rutinitas tersebut. Tetapi tanda-tanda kelelahan tersebut dapat tampak pada diri anak melalui perubahan suasana hati dan gangguan tidur. Anda perlu mengetahui tanda-tanda yang terjadi pada anak jika dirinya kelelahan dengan jadwal kegiatannya. 

Seperti dilansir ivillage, Senin (23/7/2012) berikut tanda-tanda anak mengalami kelelahan karena sibuknya aktivitas, antara lain:

1. Mudah jatuh sakit

Jika anak sering mengalami sakit kepala atau sakit perut, mungkin disebabkan oleh stres karena jadwal kegiatan yang terlalu padat. Ketika tubuh melepaskan hormon stres, tubuh dapat merasakan nyeri akibat pengiriman hormon tersebut. 

Kesibukan yang terlalu intens dapat meningkatkan kecemasan dan stres yang menyebabkan kondisi tubuh melemah dan mudah jatuh sakit. Berikan perhatian ekstra pada anak mengenai kegiatan yang perlu dijalani atau tidak. Jadilah orang tua yang selalu ada untuk mendengarkan keluh kesah anak untuk mencegah stres yang parah.

2. Pola tidur yang tidak sehat

Sebagian besar anak dan remaja membutuhkan waktu tidur sebanyak 9-12 jam per hari. Tetapi kadang masalah muncul, ketika anak harus bangun lebih pagi karena ada ekstrakurikuler olahraga di awal jam sekolah dan sebagainya.

Kurangnya tidur dapat menyebabkan kelelahan dan dampak kronis lainnya seperti gangguan suasana hati, badan tidak sehat, kesulitan fokus ke pelajaran dan kinerja yang buruk pada kegiatan ekstrakurikuler.

Salah satu kemungkinan yang menyebabkan anak terlambat tidur adalah karena mengerjakan PR hingga larut malam. Kemungkinan lain adalah bahwa anak sedang mengalami gangguan tidur, seperti insomnia atau bahkan mimpi buruk. Anda perlu menangani masalah ini dengan memastikan anak telah mengerjakan PR sebelum waktu tidurnya.

3. Anak tidak dapat mempunyai waktu untuk aktivitas lainnya

Jadwal sekolah dan kegiatan lain seperti les dan ekstrakurikuler dapat membuat anak terlalu sibuk dan tidak mempunyai waktu untuk melakukan kegiatan lain di luar rutinitasnya. Hal ini bagus untuk anak, karena dapat mnegajarkan displin dan tanggung jawab. Tetapi semua kegiatan porsinya harus seimbang agar anak tidak kelelahan karena terlalu sibuk.

Anda harus membimbing anak Anda untuk dapat memprioritaskan kegiatannya. Susunlah kegiatan yang dilakukan anak setiap harinya menjadi semacam rating, sehingga Anda berdua dapat mencari tahu bersama-sama kegiatan amna yang harus dikurangi dan aman yang harus ditingkatkan.

4. Suasana hati anak mudah terganggu

Hormon tertentu dapat menyebabkan perubahan suasana hati pada anak dan remaja. Anak yang terlalu lelah mungkin akan kehilanga tawanya, lekas marah, dan bahkan depresi. Anda perlu mengetahui tanda-tanda tersebut sejak dini agar anak tidak mengatasi hal ini sendiri dengan cara yang salah seperti merokok, menggunakan obat-obatan terlarang atau minum minuman beralkohol.

5. Gangguan makan

Seorang anak yang terlalu lelah karena padatnya jadwal kegiatan sehari-hari, cenderung melewatkan makan malam dan memilih untuk tidur. Padahal menurut sebuah penelitian terbaru di Journal of American Dietetic Association menyatakan bahwa anak yang makan bersama keluarga, cenderung lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran hijau. 

Anak yang tidak makan bersama keluarga cenderung memilih makanan yang disukainya serta minum minuman manis. Kebiasaan yang buruk tersebut dapat menempatkan anak pada risiko obesitas.

Ajaklah anak makan bersama keluarga setiap pagi dan malam hari. Anda juga perlu membuat suasana makan lebih hangat dan akrab agar anak tidak ingin melewatkan momen kebersamaan tersebut