Kamis, 01 Desember 2011

Waktu Main Ayah-Anak, Kunci Keluarga Bahagia

Lama waktu yang dihabiskan ayah untuk bermain bersama anak-anak mereka merupakan salah satu penentu utama kebahagiaan sebuah keluarga. Studi terbaru dari peneliti Meulborne Australia menemukan, keluarga dengan ayah melewati waktu luang lebih banyak bersama anak-anak tanpa bantuan ibu di dekat mereka cenderung lebih bahagia.

"Anak-anak membutuhkan ayah berada di sekitar mereka dan menjadi bagian kehidupan mereka. Budaya kita hanya membebankan perawatan kepada para ibu," ucap salah satu peneliti Universitas Melbourne, Margot Prior, dikutip Sydney Morning Herald.

Penelitian melibatkan 110 keluarga di Melbourne dengan anak-anak berusia 3-12 tahun. Para ayah dalam studi yang menghabiskan waktu lebih banyak bersama buah hatinya mengaku, merasa anak mereka lebih bahagia sama seperti yang mereka alami. Mereka juga mengaku dapat meningkatkan kemampuan dan berperan dalam merawat anak-anak mereka.

"Perawatan yang dilakukan orang tua merupakan interaksi. Ini berarti ayah bertanggung jawab dalam membuat keputusan bagi anak-anaknya selama waktu itu," kata Prior.

Sebuah survei yang dilakukan Dewan Jasa Keuangan Australia menemukan, 71 persen ayah di Australia menghabiskan waktu kurang dari empat jam sehari bersama anak-anak mereka dibanding 43 persen ibu.

Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal Early Child Development and Care.

Mata Anak Lebih Sehat bila sering Main di Luar Rumah

Biarkan saja, jika buah hati lebih sering bermain di luar rumah dibandingkan di dalam rumah. Bukan hanya agar ia lebih banyak melakukan aktivitas fisik tetapi juga demi kesehatan matanya. Bermain di luar rumah ternyata bisa mengurangi risiko anak terkena rabun jauh.

Faktanya, anak dengan gangguan mata minus, hanya menghabiskan waktu di luar rumah kurang dari 3,7 jam tiap minggunya. Ini sangat sedikit jika dibandingkan waktu yang dihabiskan anak dengan mata normal di luar rumah.
Seperti dilansir dari Telegraph.co.uk, hal ini menurut review yang dilakukan oleh Dr. Justin Sherwin dan Dr Anthony Khawaja, pada delapan penelitian yang melibatkan 10.400 orang. Pemicu rabun jauh atau miopi telah dikaitkan dengan sejumlah faktor, termasuk jumlah waktu yang dihabiskan mata untuk fokus pada objek yang dekat. Diketahui, hanya dengan menghabiskan banyak waktu di luar rumah, bisa melindungi penglihatan seorang anak.

Masalah gangguan rabun jauh ini paling parah ternyata terjadi di Asia Timur. Sebanyak 80 persen dari populasi menderita rabun jauh, negara-negara ini seperti Jepang dan China.
Doktor Sherwin mengatakan, manfaat dari menghabiskan waktu di luar rumah pada mata juga bisa dikaitkan dengan peningkatan paparan sinar ultraviolet. Dari penelitian laboratorium diketahui kalau miopi disebabkan juga oleh sinar ultraviolet yang bisa mengontrol jarak penglihatan. Ini berarti, kurangnya paparan sinar matahari bisa membuat jarak penglihatan terlalu panjang.

"Ini juga bisa disebabkan oleh kurangnya mendapat sinar ultraviolet. Tetapi, bisa juga karena kurang melihat kejauhan," kata Dr. Sherwin.